memang tak pernah akur berdua ini
"berfikir bahwa ini berbeda
berfikir bahwa ini penantian dari semua"
"persetan, mau berapa kali seperti ini, apa kau tak lelah menjadi petarung sendiri untuk sesuatu yang belum tentu terjadi"
otakku menggaduh, hatiku bergemuruh. Terima kasih, tapi bukan untuk sesuatu yang baik, terima kasih telah membuka kembali luka yang aku pikir bisa di obati
cerita dari beberapa tahun lamanya terulang, bukan dengan yang sama, tapi berbeda, tapi kejadiannya sama, tapi bodohnya terjadi lagi
aku sekarang hanya berfikir jalani saja sebagaimana mestinya, entah berujung menjadi satu atau bercabang menjadi dua, semoga pada akhirnya kita bahagia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar